Kamis, 09 Juli 2015

Apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anggota tim proyek?

  1. Interpersonal skill. Dikenal sebagai soft skill yaitu kompetensi perilaku yang termasuk kecapakan komunikasi, kecerdasan emosional, conflict resolution, negosiasi, pengaruh, team building, dan fasilitasi kelompok. Kesemuanya adalah aset yang berharga dalam membangun tim proyek. Keahlian ini secar hierarki organisasi harus dimiliki oleh project manager yang paling utama. Diikuti oleh key personi dan selanjutnya oleh semua anggota team. Hal ini karena pengembangan tim oleh project manager akan dapat lebih efektif jika dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kesadaran oleh semua anggota tim.
  2. Training. Aktifitas training yang dimaksud adalah training yang dapat meningkatkan kompetensi anggota tim berdasarkan hasil penilaian kinerja proyek dan juga kinerja individu anggota tim. Training sebaiknya terencana dan mengacu pada hasil awal penilaian kinerja individu dan kebutuhan rencana aktifitas pelaksanaan proyek yang membutuhkan training.
  3. Team-building activities. Teknik ini untuk membantu anggota tim dapat bekerja sama secara efektif. Proses ini sangat krusial dalam menentukan kesuksesan proyek dan berlangsung menerus sejak awal hingga berakhirnya proyek. Project manager harus memonitor fungsi team dan kinerjanya untuk menentukan jika diperlukan tindakan yang diperlukan untuk menghindari terjadinya masalah. Berdasarkan Tuckman Ladder, ada 5 tahap dalam pengembangan tim, yaitu Forming – Storming – Norming – Performing – Adjourning. Tim diharapkan akan cepat menuju fase performing dimana durasi masing-masing fase tersebut akan sangat tergantung pada dinamika tim, ukuran tim, dan kepemimpinan tim. Project manager harus memahami tiap perkembangan fase tersebut dan segera dengan cepat dan efektif memindahkan tiap fase menuju fase performing.
  4. Ground rules. Merupakan alat yang memberikan ekspektasi yang jelas terkait tingkah laku yang dapat diterima oleh anggota tim proyek. Komitmen awal untuk memberikan petunjuk yang jelas dapat mengurangi misundeerstanding dan meningkatkan produktifitas. Aturan ini dapat berupa aturan berkomunikasi, bekerja bersama-sama, etika meeting, kesepakatan untuk tidak melakukan korupsi, dan lain-lain.
  5. Colocation. Ini adalah strategi yang berhubungan dengan “tight matrix” melibatkan banyak atau keseluruhan anggota proyek yang aktif dalam lokasi fisik yang sama untuk meningkatkan kemampuan mereka sebagai suatu tim. Colocation dapat bersifat sementara seperti pada waktu penting yg strategis sepanjang pelaksanaan proyek. Strategi ini dapat termasuk ruang meeting tim (war room), tempat utk mempercepat schedule, atau tempat lain yang nyaman yang dapat meningkatkan komuikasi dan sense of community.
  6. Recognition and Rewards. Rencana awal adalah pada cara penghargaan orang yang telah berkembang selama proses pengelolaan SDM. Orang akan termotivasi jika mereka merasa bahwa mereka berharga dalam organisasi dan nilai ini ditunjukkan dengan pemberikan penghargaan kepada mereka. Uang adalah hal yang terlihat dari bentuk penghargaan yang lain, walaupun bentuk penghargaan yang tak terlihat (intangible) dapat saja setara dengan uang bahkan lebih efektif. Kebanyakan anggota tim termotivasi oleh suatu kesempatan untuk tumbuh, dan mengaplikasikan keahlian profesional mereka untuk mendapatkan tantangan baru. Project manager harus memberikan pengakuan tim ini selama proyek berlangsung dan hindari untuk melakukannya setelah proyek selesai.
  7. Personnel assessment tools. Tujuan utama alat ini adalah untuk memberikan informasi kepada project manager mengenai kekuatan dan kelemahan tim. Alat ini membantu project manager untuk menilai preferensi, aspirasi, bagaimana mereka berproses dan mengorganisasi informasi, bagaimana mereka ingin membuat keputusan, dan bagaimana mereka lebih ingin untuk berinteraksi dengan orang lain.

Jumat, 03 Juli 2015

Apa saja yang perlu diperhatikan pada saat memilih anggota tim proyek?Jelaskan

Memilih tim proyek tergantung pada beberapa faktor yaitu tujuan dan hasil dari proyek yang diharapkan, pekerjaan teknis yang harus dilakukan dan kemampuan yangdibutuhkan untuk menarik, mengawasi dan melakukan pekerjaan yang dibutuhkan disetiap tahap dari proyek.
-  Analisis Pekerjaan
Analisis pekerjaan merupakan suatu proses untuk menentukan isi suatu pekerjaansehingga pekerjaan dapat dijelaskan kepada orang lain.

- Rekrutmen, Seleksi dan Orientasi
Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak-banyaknya calontenaga kerja yang sesuai dengan lowongan yang tersedia.
Seleksi pada dasarnya merupakan usaha sistematis yang dilakukan guna lebihmenjamin bahwa mereka yang diterima adalah mereka yang dianggap paling tepatdengan kriteria yang telah ditetapkan serta jumlah yang dibutuhkan. 
Orientasi dilakukan pada pegawai yang telah diterima yang dimaksudkan untuk memperkenalkan kepada situasi kerja dan kelompok kerjanya yang baru.

- Produktivitas
Produktivititas mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai(output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input). Produktivitasmemiliki dua dimensi yaitu efektivitas dan efisien.

- Pelatihan dan Pengembangan
Program pelatihan bertujuan untuk memperbaiki penguasaan berbagai ketrampilandan teknik pelaksanaan kerja tertentu untuk kebutuhan sekarang, sedangkan pengembangan bertujuan untuk menyiapkan pegawainya siap memangku jabatantertentu di masa yang akan mendatang.
- Prestasi Kerja
Hasil penilaian prestasi kerja karyawan dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada karyawan tentang pelaksanaan kerjamereka.
- Kompensasi
Kompensasi didefinisikan sebagai sesuatu yang diterima karyawan sebagai balas jasauntuk kerja mereka.
- Perencanaan Karier 
Karier merupakan semua pekerjaan atau jabatan seseorang yang telah maupun yangsedang dilakukannya.

Jelaskan tugas masing-masing anggota tim proyek.

Manajer Proyek (Project Manager)
PM adalah posisi pertama yang harus diisi. Pekerjaan ini diisi ketika proyek masih sekilas di mata orang, karena PM yang pertama menentukan apakah sebuah proyek dapat dikerjakan atau tidak.
Manajer tingkat atas menugaskan PM. Mereka mencari seseorang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik. Keahliankeahlian lain yang mereka cari adalah pengetahuan tentang manajemen proyek, kemampuan mengorganisasi, dan keahlian teknik.
Kadang-kadang pekerjaan PM membutuhkan aksi yang tidak umum seperti berkata “Tidak” untuk perubahan permintaan yang menyimpang, mengumumkan kesalahan, atau mendisiplinkan orangorang. PM harus mengetahui orang-orang yang terlibat sama seperti dalam politik, prosedur-prosedur pemakaian, dan proyek perusahaan.
Keahlian yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini adalah kepemimpinan yang luas, kemampuan bernegosiasi dan diplomasi.

Pimpinan Proyek (Project Leader)
Pimpinan Proyek adalah posisi kedua yang harus diisi. Sangatlah baik jika PM memilih orang ini. Pertama, PM harus bernegosiasi dengan Manajer Fungsional untuk tugas-tugas PL, kemudian yakinkan PL untuk bergabung dalam tim. PL terdaftar pada proposal karena banyak detail proposal dikerjakan oleh PL. Pekerjaan ini sangatber sifat teknis, karenanya pilihlah ahli yang terbaik. Jangan mencari orang yang tidak mempunyai pendirian. Lebih baik mencari orang yang dapat mengingat pembuatan detail keseluruhan proyek tersebut.
PL juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. PL akan memimpin keseluruhan wawancara dengan user dan menjadi pengawas harian bagi programmer.
Programmer
PM dan PL akan mulai berpikir tantang siapa yang dapat membentuk tim pemrograman dan bertanya pada Manajemen Fungsional (jika diperlukan) tentang kemampuan orang-orang ini (Programmer). Kemudian, ketika kontrak ditandatangani, mulailah mengumpulkan tim programmer Anda.
Pertama pilihlah Programmer dengan kemampuan pemrogramannya. Sebagai tambahan carilah keterangan tentang pengalaman mereka, tetapi bukan seseorang yang sudah melakukan hal yang sama selama 5 kali berturut-turut - orang ini akan bosan. Jika kandidat tersebut tidak memiliki pengalaman yang sesuai, hal lain yang dapat dipertimbangkan adalah latar belakang tentang sistem operasi, atau hal lainnya.

Programmer Ahli (The Guru Programmer)
Gaya hidup baru telah berevolusi sejak komputer ditemukan. Hal ini adalah Programmer Ahli atau “Hacker“. Orang ini bekerja secara misterius, pada jam-jam yang aneh; suka menentang dan tidak mau diatur, hanya ingin mengerjakan tugas sesuai dengan keinginanya. Tetapi ahli dalam bidangnya, dapat membuat program tugas-tugas yang rumit 10 kali lebih cepat dari orang lain. Disarankan jika Anda memiliki orang ini, organisasikan sebuah tim dan 1 ahli ini dikelilingi oleh para pemula. Hal ini akan sukses jika ahli tersebut senang menjelaskan sesuatu kepada orang lain (seperti yang biasa mereka lakukan) - para pemula akan belajar dari ahli ini.

Programmer Pemula (The Junior Programmer)
Programmer pemula biasanya memiliki bakat dan mempunyai keinginan untuk membuktikan diri mereka. Ada dua keahlian, bagaimanapun itu tidak selalu diajarkan di sekolah : komunikasi tim dan komunikasi manajemen. Selalu ada kompetisi di sekolah. Bahkan pada sebuah tim proyek, para siswa tidak membantu diantara sesama mereka. Mereka mungkin tidak diajarkan untuk berbagi pekerjaan kepada anggota tim yang lain. Dalam sebuah perusahaan seorang anggota tim hanya berhasil jika keseluruhan tim berhasil.

Bersamaan dengan itu, para siswa mungkin tidak diajarkan bahwa para manajer setiap saat harus selalu tahu apa yang sedang dikerjakan setiap orang dan bagaimana kemajuan tugas mereka. Ini mungkin tidak dibutuhkan untuk sebuah tugas sekolah. Tetapi jika anda mengajarkan Programmer Pemula untuk berkomunisasi, Anda akan memiliki anggota tim yang tidak terhingga nilainya.

Apa saja yang perlu dicek pada kegiatan 'Rencana Penerimaan'? Sebut dan jelaskan.

1.      Tahap-tahap yang terdapat dalam Rencana Tes Penerimaan :
Periode percobaan atau Parallel Run
Merupakan pendekatan yang paling umum dilakukan untuk penerimaan. Dengan menggunakan "Periode Percobaan" maka tim proyek akan lebih mudah memasang sistem baru untuk dicoba oleh user. "Parallel Run" berguna untuk menambahkan dimensi untuk peralihan dari sistem lama yang sudah berjalan dengan baik sebagai perbandingan dan cadangan.

2.      Penerimaan yang lengkap sedikit demi sedikit
Manfaat pendekatan ini adalah :

Mampu mendemonstrasikan seluruh fungsi yang telah dijanjikan.
Semua tindakan yang menyebabkan suatu masalah selalu diketahui dengan tepat siapa yang mengetik ketika suatu masalah terjadi.
User tidak akan merasa takut tentang semuanya.

3.      Memastikan Bahwa Semua yang Dijanjikan Akan di Uji
Untuk memastikan semua yang dijanjikan akan di tes secara langsung melalui spesifikasi dari fungsi halaman demi halaman, paragraf,  dan buat daftar menu fungsi yang dapat di tes.

4.      Menggunakan Design
Dengan menggunakan design maka akan membantu dalam mengelompokkan tes ke dalam serangkaian tes dalam mendemonstrasikan fungsi.

5.      Menulis Percobaan
Tahapan ini dilakukan pada saat anda merasa sudah siap untuk menentukan bagaimana anda akan melakukan pengujian item ketika suatu pengisian pada metode percobaan.

6.      Daftar Rencana Tes Penerimaan
Definisi percobaan dan kumpulan percobaan.
Tanggung jawab untuk menulis percobaan.
Klien dan Tim sama-sama mengetahui bahwa ATP akan ditinjau kembali, direvisi jika perlu dan di tanda tangani user.
Hasilkan fungsi VS Tabel Percobaan.
Tanggung jawab atas percobaan yang telah dikerjakan.

7.      Kesimpulan Untuk Rencana Tes Penerimaan
Anjurkan user untuk menulis ATP jika dia mampu, hal ini bertujuan agar dia merasa mengawasi tim proyek yang membangun harus melalui percobaan.

8.      Kesimpulan Untuk Tahap Design
Dokumen spesifikasi design memuat design akhir dari tingkatan paling atas melalui design tingkatan menengah.
Tanggung jawab ATP disahkan dan dimulai.
Rencana suatu proyek.


Menurut Anda seberapa penting dilakukan tes penerimaan terhadap sistem yang dibuat? Jelaskan jawaban Anda

Menurut saya sangat penting, karena saat melakukan tes penerimaan user akan mencoba sistem yang dibuat apakah sudah sesuai dengan apa yang pernah di jabarkan pada proposal yang ada dan sesuai dengan yang dijanjikan sebelumnya. 

Teknik - Teknik Estimasi Pada Proyek Sistem Informasi

1. Keputusan Profesional
Katakanlah bahwa anda merupakan orang yang memiliki pengalaman yang luas dalam membuat program “report generation modules”. Anda melakukannya dengan pendekatan
merancang report tersebut dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat program tersebut. Setelah mempelajari rancangan program selama 5 menit, programmer lalu menutup matanya selama 5 menit (dia tidak tidur, tetapi berhitung), dan kemudian mengatakan “15 hari”. Inilah yang disebut Keputusan Profesional murni. Keuntungan dari teknik ini adalah cepat , dan jika seseorang sudah ahli dalam teknik ini, maka estimasinya pasti akan lebih akurat. Sedangkan kerugian dari teknik ini adalah bahwa anda membutuhkan seorang ahli yang berpengalaman dalam bidang ini, dan beberapa ahli tersebut akan bekerja keras untuk mendapatkan estimasi yang tepat.

2. Sejarah
Jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus, yaitu anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing tugas dapat
diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Anda dapat membandingkan tuagas yang akan diestimasik dengan tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. Hal ini dimaksudkan agar anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan.

3. Rumus-rumus
Ada beberapa rumus yang digunakan dalam software estimasi. Software yang baik untuk diketahui adalah COCOMO (Referensi). COCOMO dapat digunakan untuk memperkirakan biaya proyek, usaha (person months), jadwal, dan jumlah staf untuk masing-masing fase berikut ini :
- Preliminary Design – our Analysis Phase
Detailed Design (DD) – our Design Phase
- Code and Unit Tes (CUT) – same as ours
- System Test – our System Test and Acceptance Phase



Apakah yang dimaksud dengan 'estimasi'? Carilah satu contoh yang berhubungan dengan estimasi

Definisi Estimasi
Estimasi merupakan sebuah proses pengulangan. Pemanggilan ulang estimasi yang pertama dilakukan selama fase definisi, yaitu ketika anda menulis rencana pendahuluan proyek. Hal ini perlu dilakukan, karena anda membutuhkan estimasi untuk proposal. Setelah fase analisis direncanakan ulang, anda harus memeriksa estimasi dan merubah rencana pendahuluan proyek menjadi rencana akhir proyek.

Contoh Estimasi
Sebuah proyek dikatakan berhasil apabila sistem tersebut bisa diserahkan tepat waktu, sesuai antara biaya dan kualitas yang diinginkan. Hal tersebut menandakan bahwa apa yang ditargetkan manajer proyek telah bisa dicapat. Meski target yang dibuat manajer proyek masuk akal, tapi tidak memperhitungkan catatan level produktivitas timnya, kemungkinan tidak akan bisa memenuhi deadline dikarenakan estimasi awal yang salah. Oleh karenanya, perkiraan yang realistik menjadi kebutuhan yang sangat krusial bagi seorang manajer proyek.   Beberapa kendala estimasi sangat dipengaruhi oleh karakteristik perangkat lunak (software), khususnya kompleksitas dan hal-hal lain yang tidak kasat mata. Juga kegiatan SDM yang terlibat dalam pengembangan sistem tidak bisa diperhitungkan secara pasti dengan menggunakan cara-cara yang mekanistik. Belum lagi kesulitan lain yang menghalangi keberhasilan proyek perangkat lunak, sepert :
1.      Aplikasi perangkat lunak yang diusulkan : beberapa proyek mirip biasanya dikembangkan berdasarkan pengalaman sebelumnya. Padahal proyek perangkat lunak memiliki sifat yang unik sehingga sering ada hal-hal yang tidak terduga dan penuh ketidakpastian.
2.      Perubahan teknologi : perubahan bahasa pemrograman yang digunakan bisa menghambat waktu selesainya proyek.
3.      Kurang homoginnya pengalaman proyek : estimasi akan efektif bila dibuat berdasarkan proyek-proyek sebelumnya, hanya saja banyak perusahaan yang menyembunyikan data proyek-proyek sebelumnya dari para staf.
4.      Subyektifitas estimasi : orang cenderung berlaku under-estimate terhadap kesulitan dari pekerjaan-pekerjaan kecil dan  ber bertindak over-estime pada proyek-proyek besar yang dianggap lebih komplek dan sulit.
5.      Implikasi Politik : kelompok berbeda dalam sebuah organisasi bisa memiliki tujuan berbeda. Manajer pengembang sistem informasi mungkin akan menekan pada bagian ‘estimator’ untuk mengurangi estimasi harga berdasarkan anjuran atasannya. Sedangkan pada bagian pemeliharaan berharap tidak terjadi pembengkaan biaya dan keterlambatan waktu penyerahan agar citranya tidak jelek. Sebagai jalan tengahnya, estimasi sebaiknya dibuat oleh tim khusus yang bersifat independen dari penngguna maupun tim proyek.


Kamis, 15 Januari 2015

CONTOH KASUS PRASANGKA

Kasus Diskriminasi yang Terjadi Dalam Dunia Pendidikan
Diskriminasi Menurut Kemampuan

1. Diskriminasi Menurut Kemampuan Fisik

Di sebuah SD negeri di Palangkaraya seorang calon siswa dinyatakan tidak dapat diterima di sebuah sekolah karena menderita cacat fisik. Padahal dari hasil tes masuk,  calon siswa tersebut mendapatkan nilai yang cukup tinggi dan kecacatannya tidak mengganggu aktivitas belajarnya.

2. Diskriminasi Menurut Kemampuan Akademik

Selanjutnya, kasus yang terjadi di Pangkalan Bun, seorang calon siswa yang sudah berumur tujuh tahun tidak dapat diterima di sebuah sekolah dasar karena tidak lulus tes skolastik. Padahal ada calon siswa yang berumur lebih muda akan tetapi diterima di sekolah tersebut karena lulus tes skolastik. Padahal dalam pelaksanaan wajib belajar di Indonesia, seleksi penerimaan siswa baru sekolah dasar didasarkan pada usia anak. Banyak pihak memprotes kebijakan tersebut, namun pihak sekolah berkelit bahwa sekolah dasar tersebut adalah sekolah percontohan dan sekolah favorit.

Diskriminasi dalam bentuk lain adalah pembagian kelas menjadi kelas unggulan  dan non unggulan (terjadi pada banyak sekolah termasuk sekolah penulis sendiri, yakni SMPN 2 Jombang). Siswa-siswa yang memiliki kemampuan akademis tinggi dimasukkan kedalam kelas unggulan, sedangkan siswa-siswa yang kemampuan akedemisnya rata-rata dimasukkan kedalam kelas non unggulan. Perlakuan diskriminan seperti ini akan menimbulkan efek rendah diri pada diri anak-anak yang termasuk kedalam kelas non unggulan (reguler) dan akan menimbulkan perasaan tinggi hati pada diri anak-anak yang masuk kedalam kelas unggulan. Perlakuan diskriminan seperti itu membuat guru yang mengajar di kelas unggulan merasa nyaman mengajar di kelas tersebut, dan akan merasa terbebani jika mengajar di kelas non unggulan. Hal ini akan mengakibatkan perlakuan yang berbeda terhadap siswa kelas unggulan dan siswa kelas non unggulan. Siswa kelas unggulan akan cenderung lebih disayang, diperhatikan dan diutamakan, sedangkan siswa dari kelas non unggulan sering kali dipandang sebelah mata oleh para guru pengajar. Efek lanjutan yang lebih parah akan terjadi ketika keadaan seperti ini terus berlanjut pada kenaikan kelas,  siswa yang memiliki kemampuan akademis tinggi tetap di kelas unggulan dan siswa yang memiliki kemampuan akademis rata-rata tetap di kelas non unggulan, pasti akan terjadi kesenjangan antara kedua kelompok sosial dalam sekolah ini. Dan yang lebih parah lagi adalah, ketika anak-anak meyakini bahwa setiap manusia terlahir berbeda, hal ini yang akan menyebabkan anak-anak melakukan tindakan diskriminatif ketika mereka tumbuh menjadi dewasa nanti.

3. Diskriminasi Menurut Keadaan Ekonomi

Lalu, pendiskriminasian yang telah dilakukan sekolah pada siswanya adalah pendiskriminasian menurut kemampuan ekonomi. Hal ini terjadi pada Siti Maesaroh, siswi sebuah SMA Negeri di daerah Cicalengka, sudah beberapa kali dia dan beberapa temannya yang berasal dari keluarga miskin dibariskan di lapangan basket, para siswa ini diperingatkan bahwa, sebelum mereka membayar uang SPP, mereka tidak dapat mengikuti ujian semester. Dari sini jelas terlihat bahwa pendidikan tidak lagi berorientasi pada upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun pendidikan telah berganti menjadi komoditas ekonomi yang siap diperjualbelikan, sesuai harga yang disepakati.

Diskriminasi Oleh Pemerintah 
1. Pembangunan Sekolah Bertaraf Internasional

Pembangunan atau pengadaan sekolah bertaraf internasional dan sekolah percontohan. Sekolah RSBI adalah sekolah-sekolah yang hanya menerima siswa yang memiliki kemampuan akademis di atas rata-rata dan kemampuan ekonomi yang diatas rata-rata. Pemerintah dengan sadar memberikan dana yang sangat besar kepada sekolah-sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) dan sekolah percontohan. Sekolah-sekolah RSBI ini mendapatkan dana yang sangat besar dari pemerintah yakni berkisar pada jumlah dua milyar rupiah setiap tahun diluar gaji guru. Berdasarkan besarnya dana yang diterima dapat dipastikan bahwa anak-anak yang bersekolah di sekolah RSBI mendapatkan fasilitas yang lebih daripada anak-anak yang bersekolah di sekolah regular. Anak-anak yang bersekolah di sekolah regular akan merasa sebagai anak-anak kelas dua. Selain itu, terjadi kesenjangan antara sekolah yang berada di perkotaan dengan sekolah pinggiran. Disaat sekolah-sekolah perkotaan berlomba-lomba membangun bangunan sekolahnya semegah mungkin karena mendapatkan dana yang besar dari pemerintah, sekolah-sekolah pinggiran malah terancam roboh karena gedung yang sudah tua dan genting-genting yang bocor.

2. Pelaksanaan Ujian Nasional

Pelaksanaan UN (Ujian Nasional) telah membuat guru-guru matapelajaran non-UAN merasa terdiskriminasi. Hal ini terbukti dengan berkumpulnya guru-guru matapelajaran sejarah beberapa waktu lalu di Jakarta dan membuat pernyataan bahwa, minat peserta didik mereka tidak berminat pada pelajaran sejarah kaerna pelajaran sejarah tidak masuk pada mata pelajaran yang diujikan pada UN. Peristiwa ujian nasional, akan menimbulkan kesan bahwa, ada guru-guru matapelajaran tertentu yang merasa diabaikan dan ada guru-guru matapelajaran tertentu yang merasa sangat dibutuhkan. Akhirnya jika hal ini tidak ditangani dengan bijaksana oleh para guru maka hanya akan menjadi pertikaian yang terjadi antar guru.

Selain membuat beberapa guru matapelajaran cemburu terhadap beberapa guru matapelajaran lain. UN juga telah melakukan hak-hak asasi siswa di daerah pedalaman. Dengan fasilitas yang berbeda dengan yang dinikmati siswa-siswa yang berada di perkotaan, siswa-siswa dituntut untuk mengerjakan soal yang sama dengan yang dikerjakan siswa-siswa di daerah perkotaan yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap daripada siswa-siswa yang berada di pedalaman. Selain itu, siswa di daerah terpencil juga dituntut untuk memenuhi nilai minimal standar kelulusan. Pemerintah dan Dinas Pendidikan seolah tidak mau tahu dengan terbatasnya fasilitas yang dimiliki oleh sekolah-sekolah di daerah terpencil.           

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kasus Diskriminasi Yang Terjadi Dalam Dunia Pendidikan

Banyak hal yang bisa mendasari terjadinya diskriminasi dalam dunia pendidikan. Kemampuan fisik, akademik, dan ekonomi merupakan tiga aspek yang paling sering terjadi diskriminasi. pada sekolah-sekolah yang menjadi sekolah percontohan, kemampuan fisik dan akademik sangat diperhatikan.
Berikut ini adalah penyebab-penyebab terjadinya diskriminasi terhadap siswa yang memiliki keterbatasan fisik:

     1.    Anggapan yang salah tentang siswa-siswa yang memiliki keterbatasan fisik.
Pada dunia pendidikan anak-anak yang memiliki cacat fisik selalu dinomor duakan. Siswa yang memiliki keterbatasan fisik tidak dapat menempuh pendidikannya di sekolah umum, melainkan harus di sekolah luar biasa. Padahal untuk kekurangan fisik tertentu seorang siswa masih bias mengikuti pelajaran sama dengan anak-anak yang normal. Sekolah salah dalam menilai anak yang memiliki keterbatasan fisik selalu dan pasti akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

     2.    Pembiaran masyarakat
Saat terjadi diskriminasi terhadap anak-anak yang memiliki keterbatasan kemampuan fisik, masyarakat memaklumi tindakan sekolah, karena merasa hal tersebut sudah biasa terjadi. Padahal, jika hal ini dibiarkan terus terjaadi, anak-anak yang memiliki keterbatasan kemampuan fisik ini akan merasa terdiskriminasi selamanya dan merasa bahwa pendidikan tidak lagi bisa menjebatani kekurangan fisik yang dimilikinya dengan dunia luar.

     3.     Sekolah Yang Cenderung Menjaga Nama Baik
Pada kasus yang terjadi Palangkaraya jelas terlihat bahwa sekolah hanya peduli dengan nama baik sekolah tersebut, tanpa mempedulikan apa sebenarnya fungsi dari sekolah itu sendiri. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat dimana anak bisa mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran mereka, malah berubah menjadi sebuah tempat yang mengkotak-kotakkan anak berdasarkan kemampuan fisik.

Berikut Ini Merupakan Penyebab Terjadinya Diskriminasi Menurut Kemampuan Akademis:

Pada kasus pertama, yaitu seorang anak yang berusia tujuh tahun karena tidak diterima karena tidak berhasil lulus tes, namun ada seorang anak yang berusia kurang dari enam tahun yang berhasil diterima karena lulus tes, memiliki penyebab-penyebab sebagai berikut:
            Pada kasus kedua tentang pembagian kelas unggulan dan non unggulan, memiliki penyebab-penyebab sebagai berikut:

     1.    Terjadi kesalahan penafsiran tentang anak pandai dan anak bodoh
Sekolah atau pun orangtua sering salah menafsirkan antara anak pandai dengan anak bodoh. Selama ini system pendidikan di Indonesia selalu memandang seseorang pandai atau bodoh berdasarkan nilai. Padahal, ada delapan aspek kecerdasan yang dimiliki masing-masing anak. Selama ini sekolah selalu mengidentikkan seorang anak yang selalu mengikuti pelajaran dan mendapatkana nilai bagus merupakan anak pandai, dan sebaliknya anak yang nakal dan mendapatkan nilai buruk adalah anak yang bodoh.

     2.     Adanya keinginan dari pihak sekolah untuk meningkatkan citra sekolah
Sekolah beranggapan bahwa, jika anak-anak yang memiliki kemampuan diatas rata-rata dibiarkan berada dalam kelas regular, mereka akan kehilangan daya saing mereka. Mereka akan mudah meremehkan pelajaran, karena di kelas non unggulan persaingan tidak terlalu ketat. Kelas unggulan akan sangat bermanfaat bagi peningkatan citra sekolah, karean hasil dari kelas unggulan ini berhasil bersaing dengan sekolah-sekolah lain atau bahkan menjadi yang terbaik di daerahnya.

      3.     Keinginan dari para siswa
Siswa yang memiliki kemampuan akademis lebih tinggi daripada yang lain, cenderung menginginkan berada pada tempat yang berbeda pula dengan yang memiliki kemampuan akademik rata-rata. Mereka beralasan bahwa mereka jenuh jika harus menunggu teman-temannya yang lain yang belum bisa. Padahal jika siswa yang memiliki kemampuan akademik lebih tinggi daripada yang lain dapat menyalurkan kelebihannya kepada siswa lain yang kemampuan akademisnya rata-rata.

     4.     Keinginan guru
Guru menginginkan kemudahan dalam bekerja. Untuk mencapai keinginan tersebut dibentuklah kelas unggulan yang berisikan siswa-siswa cerdas yang dapat dengan mudah menangkap apa yang diajarkan oleh guru. Guru menganggap mengajar di kelas unggulan sebagai berkah dan menganggap mengajar di kelas non unggulan sebagai musibah. Pada akhirnya, guru akan lebih memperkatikan siswa-siswa yang berada di kelas unggulan daripada di kelas non unngulan.

Penyebab Terjadinya Diskriminasi Menurut Kemampuan Ekonomi :

     1.     Sekolah bukan lagi tempat mencari ilmu
Sekolah yang dahulunya merupakan tempat mencari ilmu yang menerapkan prinsip memberi dengan ikhlas, telah berubah menjadi sebuah momok bagi anak-anak miskin yang tidak memiliki biaya untuk membayar sekolah. Pendidikan telah menjadi barang dagangan yang tidak dapat ditawar. Bahkan banyak anak-anak miskin yang sekarang sudah mulai putus asa dengan system pendidikan di Indonesia. Mereka mulai berpikir bahwa pendidikan hanya untuk anak dari keluarga kaya. Mengharap pendidikan yang layak bagi mereka, sama halnya dengan mimpi-mimpi kosong.
      
     2.     Tidak adanya bantuan dari pemerintah
Kepada siapa lagi anak-anak miskin harus meminta bantuan, jika tidak kepada pemerintah. Pemerintah yang sebenarnya dapat memberikan bantuan kepada siswa-siswa miskin malah menghambur-hamburkan uang untuk pembangunan sekolah-sekolah RSBI.

 Latar Belakang Terjadinya Diskriminasi Oleh Pemerintah :

     1.     Kesenjangan yang terjadi antara sekolah RSBI dengan sekolah biasa
Pembangunan sekolah RSBI hanya dipusatkan pada daerah kota, sedangkan daerah pinggiran dibiarkan saja. Hal inilah yang lantas memicu perasaan terdiskriminasinya siswa-siswa yang bersekolah di sekolah pinggiran, meningat begitu banyak fasilitas yang diberikan pemertintah kepada sekolah berstatus RSBI.
     
      2.     Keinginan pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia
Tidak ada yang salah dengan niat pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia melalui sekolah-sekolah RSBI, namun perlu diingat pula masih banyak sekolah-sekolah yang perlu diperhatikan pemerintah sebelum mengurusi sekolah-sekolah RSBI tersebut.

3.    Keinginan pemerintah untuk memeratakan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. UN merupakan evaluasi belajar selama tiga tahun yang diselenggarakan secara serentak oleh Negara di seluruh pelosok negeri. Soal-soal ujian nasional sama, namun proses pembelajaran yang telah dilaksanakan selama tiga tahun tidaklah sama. Di daerah terpencil keadaan pembelajarannya berbeda dengan di daerah perkotaan. Jadi tidak adil apabila semua soal dipukul sama rata.

Solusi untuk Mengatasi Diskriminasi yang Terjadi Dalam Dunia Pendidikan :
     i. Diadakan tes kesiapan fisik dalam mengikuti proses pembelajaran (untuk siswa yang memiliki kekurangan fisik)

      ii. Sekolah tidak lagi memikirkan tentang citra sekolah, namun dapat lebih menyadari bahwa anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik juga berhak bersekolah di sekolah umum

      iii.  Guru diharapkan tidak melakukan tindakan-tindakan yang berbau diskriminasi terhadap siswa yang memiliki keterbatasan fisik dan dapat membina siswa tersebut sehingga siswa tersebut tidak merasa rendah diri

      iv. Mengacu kembali pada peraturan UU SISDIKNAS No.20 Th.2003 tentang tata cara penerimaan murid baru

     v. Menghentikan diadakannya tes kematangan (skolastik), untuk menghindari adanya pihak-pihak yang dirugikan karenanya

     vi. Menghentikan pembagian kelas menurut kemampuan akademik

     vii. Mencampur adukkan siswa-siswa yang memiliki kemampuan akademik diatas rata-rata dengan siswa-siswa yang memiliki kemampuan akademik rata-rata

     viii. Tidak mengistimewakan siswa yang memiliki kemampuan akademis diatas rata-rata dan tidak merendahkan anak yang kemampuan akademisnya rata-rata

     ix.  Setiap sekolah mengadakan program beasiswa untuk siswa yang tidak mampu

     x.  Pemerintah menginstruksikan kepada sekolah-sekolah untuk membebaskan uang SPP dan  uang gedung bagi siswa yang tidak mampu

     xi. Mengurangi dana yang diberikan kepada sekolah-sekolah RSBI

     xii. Lebih memperhatikan sekolah-sekolah pinggiran

     xiii. Meniadakan UN

     xiv. Menggantikan UN dengan ujian sekolah, yang semua soalnya dibuat sendiri oleh guru-guru dari sekolah tersebut

     xv.  Mengikut sertakan semua matapelajaran ke dalam ujian sekolah pengganti UN

     xvi. Menentukan sendiri nilai minimal yang wajib diperoleh siswa

Sumber : http://teacher-is-mydestiny.blogspot.com/2012/01/diskriminasi-dalam-dunia-pendidikan.html